Doa Tenang Hati


Saat menjalani kehidupannya, manusia tidak lepas dari berbagai masalah. Datangnya masalah bahkan saling silih berganti. Lepas satu masalah selesai. Satu masalah lagi muncul. Belum tenang, muncul lagi masalah baru. Masalah demi masalah tersebutlah yang sentaiasa membuat hati merasakan kegelisahan. Hidup pun menjadi tidak tenang. Lebih parah akan menjadi tekanan, emosi menjadi tidak stabil dan cenderung ingin menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

Banyak alasan yang membuat hati kita menjadi gelisah, kebanyakan tentunya  urusan duniawi, masalah ekonomi, pekerjaan atau terdapat masalah dengan keluarga dan teman.

Mengatasi rasa gelisah bisa dilakukan dengan beberapa cara dengan mendekatkan diri pada Allah, berzikir,   dengan membaca Al-Qur’an, mengambil air wudhu dan tentu saja dengan berdoa meminta langsung pada Allah SWT.

Berikut ini beberapa bacaan doa ketenangan hati yang dapat diamalkan:

 

1. Doa Ketenangan Hati

 

“Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qoumil kaafiriin,” 

artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah atas diri kami, serta teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap orang kafir.” (QS Al-Baqarah: 250).

 

2. Doa Agar Hati Selalu Tenang

 

“Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dholaid daini, wa gholabatir rijali.” 

artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung pada-Mu dari rasa sedih serta dukacita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kemalasan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-orang (jahat).”

 

3. Doa Ketenangan Hati yang Merasa Cukup

 

“Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ’atho-ika,” 

artinya: “Ya Allah, aku memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridho dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu.” (HR Thabrani).

 

4. Doa Saat Hati Gelisah

Allahumma ini abduka ibnu abdika ibnu amatika, nasiyati bi yadika, maadin fiya khukmuka, adlun fiyya qadhauka, asaluka bikulli ismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahu fi kitabika, aw allamtahu ahadan min khalqika, awista’tsarta bihi fi ilmil ghaibi ‘indaka. An taj’al qur’aana rabi’a qalbi, wa nuura sadri, wa jila’a khuzni, wa dzahaba hammi.

Artinya,

" Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu dan hamba sahaya-Mu, nyawaku di tangan-Mu, hukum-Mu kepadaku telah terjadi, keputusan-Mu kepadaku begitu adil. Aku meminta kepadaMu dengan semua nama yang Engkau miliki, nama yang telah Engkau berikan kepada diri-Mu sendiri, atau nama yang telah Engkau turunkan melalui kitab-Mu, atau nama yang telah Engkau ajarkan kepada salah satu dari ciptaan-Mu. Atau nama yang telah Engkau kuasai dalam ilmu ghaib milikmu. Jadikanlah Alquran sebagai bagian dari hati kami, menyinari hati kami, menghilangkan kesedihan dan kegelisahan kami."

Semoga bermanfaat.

Wallahu alam.

Post a Comment

0 Comments