KEPADA ALLAH KITA BERHARAP



Harapan merupakan bagian dari fitrah manusia yang tidak mungkin ditinggalkan oleh setiap manusia. Orang yang tidak mempunyai suatu harapan pada hakikatnya adalah manusia yang mati, mengingat harapan merupakan titik awal manusia untuk selalu berkembang menuju kehidupan yang lebih baik.

Islam sendiri menganjurkan manusia untuk selalu berharap, namun dalam islam yang dimaksud berharap yaitu berharap pada kemurahan Allah SWT, mengingat Allah SWT adalah tuhan yang maha kuasa atas segalanya.

Allah SWT berfirman dalam surat Al insyirah ayat 8:

وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

“Dan hanya kepada Tuhanmulah (Allah SWT) hendaknya kamu berharap”. (Qs Al Insyirah: 8)

Berdasarkan firman Allah SWT diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa Islam menganjurkan manusia untuk selalu berharap pada Allah SWT. Allah memerintahkan kita agar hanya kepada Allah saja hendaknya kita berharap. Oleh karena itu Imam Baihaqi menyebutkan dalam kitab beliau “Syu’ab Al Iman” bahwa berharap pada Allah merupakan cabang iman ke 12. Jadi kalau kita tidak berharap pada Allah atau sedikit harapan kita pada Allah berarti tidak sempurna imannya. Kalau kita tidak berharap pada Allah berarti ada dua masalah:

Pertama, kita akan berdosa kerana berharap pada Allah merupakan perintah Allah,seperti yang tertera pada firman Allah diatas

“ dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.(QS Al Insyirah 8).

Kedua, kita akan diuji dalam hidup, sering putus asa, dan kehilangan punca kerana tidak ada yang dianggap boleh menyelesaikan masalah atau memberikan penyelesaian.

Allah SWT kembali berfirman dalam surat Al baqarah ayat 218 :

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ أُوْلاَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللهِ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah : 218)

Firman Allah diatas kembali memberitahukan pada kita bahwa islam menganjurkan umat muslim untuk sentiasa berharap akan rahmat Allah.

Islam berpendapat bahwa jika seseorang mempunyai suatu harapan maka seseorang tersebut harus melakukan 3 (tiga) hal untuk mewujudkan harapan tersebut, yakni :

1. Ikhtiar (Usaha)

Ikhtiar adalah usaha manusia untuk memenuhi keperluan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesihatan, dan masa depannya agar tujuan hidupnya selamat sejahtera dunia dan akhirat terpenuhi. Ikhtiar harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, dan sesuai dengan kemampuannya. Akan tetapi, jika usaha tersebut gagal, hendaknya kita tidak berputus asa. Kita sebaiknya mencuba lagi dengan lebih keras dan tidak berputus asa. Agar ikhtiar atau usaha kita dapat berhasil dan berjaya, hendaknya melandasi usaha tersebut dengan niat ikhlas untuk mendapat redha Allah, berdoa dengan sentiasa mengikuti perintah Allah yang diiringi dengan perbuatan baik.

2. Doa

Disamping kita melakukan usaha-usaha untuk mewujudkan harapan tersebut, kita juga tidak boleh melupakan doa.

Definisi doa yang dinyatakan oleh Imam al-Khattabi rahimahullah menjelaskan bahawa doa merupakan pohonan seorang hamba dari Allah s.w.t, sepertimana firman Allah swt di dalam surah al-Baqarah ayat 186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنّي فَإِنّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ [البقرة:186]

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”..

3. Tawakkal

Tawakal adalah manifestasi keyakinan di dalam hati yang memberi motivasi kepada manusia dengan kuat untuk menggantungkan harapan kepada Allah SWT. Menurut Syeikh Abdul Qadir al-Mandili dalam kitab Penawar Bagi Hati, rukun tawakal dibahagikan kepada tiga iaitu tauhid, perbuatan dan pekerjaan.

Firman Allah bermaksud: "Dan ingatlah sesiapa yang berserah diri bulat-bulat kepada Allah maka Allah akan mencukupkan baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya)." (Surah al-Talaq ayat 3).

Pada hakikatnya segala sesuatu di dunia ini merupakan bentuk dari kekuasan Allah SWT, jadi kita di dunia ini hanyalah seorang insan yang lemah, hina, dan tak punya apa-apa, Oleh karenanya kita mengharapkan pertolongan dari Allah SWT.


 

Post a Comment

0 Comments