Nasihat Sayyidina Ali Bin ABI Thalib


 ALI bin Abi Thalib adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW dan beliau diberi gelar "Babul ilmu" atau pintunya ilmu, sehingga setiap perkataannya selalu menjadi renungan sahabat yang lain.

Ada 7 nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang patut menjadi renungan dan amalan kita dalam menjalankan hidup ini.

1. Jangan Bicara Tentang Hartamu di Hadapan Orang Miskin

Membicarakan harta yang kita miliki termasuk ria, sombong, dan merasa paling tinggi/hebat dibanding yang lainnya. Apalagi jika kita membicarakan harta di depan orang miskin, jelas sangat menyakiti hatinya. Dan Allah tidak menyukai hal itu.

2. Jangan Bicarakan Tentang Sehatmu di Hadapan Orang Sakit

Orang yang sakit sedang belajar menghargai betapa nikmatnya sehat itu dan mereka sedang digugurkan dosanya oleh Allah SWT bila ikhlas menerima sakitnya. Maka dari itu, berilah semangat kepada mereka.

3. Jangan Bicara Kekuatanmu di Hadapan Orang yang Lemah

Membicarakan keunggulan fisik, kecerdasan, dan kemampuanmu di hadapan orang yang lemah, sama dengan perbuatan bohong. Secara tidak langsung kamu ingin dihargai, disanjung, dan bahkan disegani oleh si lemah.

4. Jangan Bicara Kebahagiaanmu di Hadapan Orang Sedih

Jika kamu sedang menjadi tempat curhat dari kesedihan rekanmu, jangan justru kamu membicarakan kebahagiaanmu sehingga rekanmu itu merasa terejek. Hiburlah mereka, beri semangat, dan yakinkan kesedihan ini akan segera terlewati.

5. Jangan Bicara Kebebasanmu di Hadapan Orang yang Terpenjara

Tak semua orang bisa merasakan kebebasan, apalagi mereka yang sedang menebus kesalahannya. Membicarakan tentang kebebasanmu justru membuat mereka merasa kecil.

6. Jangan Bicarakan Anakmu di Hadapan Orang yang Belum Punya Anak

Anak adalah harta yang sangat didambakan oleh setiap pasangan. Namun, ada kalanya beberapa di antara pasangan tersebut membutuhkan perjuangan yang sangat besar untuk memperoleh buah hati.

7. Jangan Bicarakan Tentang Orangtuamu di Hadapan Anak Yatim-Piatu

Sama halnya dengan pasangan yang mendambakan buah hati, anak yatim-piatu pun membutuhkan kehangatan dan sentuhan orangtua. Jadi, jangan engkau banggakan kedua orangtua mu di hadapan anak yatim-piatu, karena mereka bisa terluka. 


Post a Comment

0 Comments