Nasihat Luquman al Hakim Kepada Anaknya


Nasihat Luquman al Hakim Kepada Anaknya

Beliau juga menjadi orang yang namanya disebut dalam al-Quran di Surat Luqman ayat 12-19. Beliau adalah orang yang suka menyendiri untuk bertafakur, karena dengan begitu, ia akan mudah memahami segala hal, memikirkan kebesaran Allah, dan akan membuka banyak jalan menuju surga.

Nasihat maupun ilmu yang ia sampaikan kepada anaknya, adalah hasil dari bertafakur.

Suatu ketika Luqman berjalan dan melihat para pedagang. Ia pun berkata kepada anaknya bahwa terdapat perdagangan yang tidak akan mendatangkan rugi, yaitu berdagang dengan Allah.

Mendekati ulama dan ahli hikmah, karena hal itu dapat melembutkan hati dan belajar mengenal Allah.

Bangun terlebih dahulu sebelum ayam jantan berkokok. Karena ayam jantan telah bangun sebelum malaikat turun, dan akan berkokok setelah turun. Dan ada anjuran untuk berdoa ketika ayam berkokok.

Larangan untuk bersikap sombong dan takabur, sebagaimana yang tercantum dalam Surat Luqman ayat 18.

Berikut adalah nasihat Luqman yang bukan saja boleh diterapkan sebagai cara didik anak, tetapi juga untuk peringatan diri sendiri.

1.     Jangan Menyekutukan Allah

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di kala sedang memberinya nasihat, (katanya) : Hai anakku! Janganlah engaku mempersekutukan allah, kerana sesungguhnya syirik itu adalah suatu penganiayaan yang besar.

 

2.     Buat amal walau sekecil manapun

 

Hai anakku! Sesungguhnya jika ada (amal-amal) itu sebesar biji sawi (sekalipun), biar adanya didalam batu, atau dilangit, ataupun dibumi, nescaya Allah akan tunjukkan (memperlihatkannya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

 

3.       Dirikan Solat dan sentiasa sabar

 

Hai anakku! Dirikanlah solat dan suruhlah (manusia) berbuat kebajikan dan laranglah dari perbuatan yang mungkar dan sabarlah atas sesuatu (musibah) yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah dari urusan-urusan yang dipastikan (Allah).

 

4.         Jangan membangga diri

 

Dan janganlah engkau memalingkan pipimu dari manusia (kerana sombong) dan janganlah berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.

Dan berlakulah sederhana dalam berjalan dan rendahkanlah suaramu (dalam berbicara) sesungguhnya seburuk-buruknya suara ialah suara keldai.

 

5.     Marah anak kerana sayang

 

Hai anakku, seandainya ibubapamu marah kepadamu kerana kesilapan yang dilakukanmu, maka marahnya ibu bapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman.
 
6.     Menghindari hutang
 
Hai anakku! Jauhkanlah dirimu dari berhutang sesungguhnya berhutang itu menjadikan dirimu hina diwaktu siang dan gelisah diwaktu malam.

 

7.     Jangan berbohong

 

Hai anakku! Engkau jauhilah bersifat dusta, sebab berdusta itu enak sekali mengerjakannya, seperti enaknya memakan daging burung, sedikit saja berdusta, akibatnya tetap akan memberi bahaya. 

 

8. Sentiasa mengingati mati

Hai anakku! Kalau bertemu dua kejadian, antara menjenguk orang mati dengan menghadiri pesta kahwin maka pergilah menjenguk orang mati. Demikian kerana kita akan mengingatkan diri yang bakal pulang ke kampung akhirat, sedangkan menghadiri pesta kahwin hanya mengingati diri kepada kesenangan duniawi saja.

 

9.     Elakkan makan berlebih-lebihan

 

Hai anakku! Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebih-lebihan. Sesungguhnya memberikan makanan yang engkau makan sampai kenyang berlebih-lebihan itu kepada seekor anjing adalah lebih baik daripada engkau memakannya.

 

10.  Beramal dengan ilmu

 

Bukanlah baik namanya, bila engkau selalu mempelajari segala macam ilmu yang belum engkau ketahui, sedangkan ilmu yang telah diperolehi belum lagi engkau amalkan. Hal seperti ini tak ubahnya dengan perbuatan seseorang yang mencari kayu api, setelah dikumpulkan, lalu dipikulnya, tapi dia tak kuat membawanya, kemudian dia tambah lagi.

 

11.  Jauhi perbuatan yang sia-sia

 

Hai anakku, janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yang menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, janganlah mensia-siakan hartamu.

 

Allah telah memberi hikmah kepada Luqman kerana nasihat beliau amat meninggalkan kesan jika didalami maksudnya. Semoga kita dapat mengamalkan dan menyebarkan kebaikan yang disampaikan oleh Luqman Al-Hakim.

 

 Sumber/Kredit: Jabatan Agama Islam Selangor

Post a Comment

0 Comments